Home Nasional Rawan Ganggu Pilkada, Tamasya Al-Maidah Dibatalkan

Rawan Ganggu Pilkada, Tamasya Al-Maidah Dibatalkan

SHARE
KPU Bekasi
Ilustrasi: pelaksanaan Pilkada

Kotapatriot.com | Gerakan Tamasya Al-Maidah yang akan dilakukan tepat saat pencoblosan Pilgub DKI pada 19 April mendatang, batal dilaksanakan.

Ketua Gema Jakarta Ahmad Lutfi Fathullah, selaku penyelenggara Tamasya Al-Maidah, mengatakan alasan dibatalkannya gerakan tersebut adalah dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi pelaksanaan pencoblosan.

“Secara organisasi, kita batalkan. Pertama, takut tidak terkontrol, takut terpancing, dan semakin panas. Jadi lebih baik orang Jakarta nanti setelah mencoblos jangan pulang. Tapi tunggu untuk mengawasi di situ sampai selesai,” ujar Lutfi hari ini (14/4/2017).

BACA: Pembacaan Tuntutan Ahok, Pengadilan Putuskan 20 April

Lutfi mengatakan Tamasya Al-Maidah sebelumnya diperkirakan akan diikuti 1,3 juta orang, merujuk pada Aksi Bela Islam yang berlangsung pada 2 Desember 2017 atau Aksi 212.

Selain itu, ia mengatakan pelaksanaan Tamasya Al-Maidah bertujuan mengawal Pilgub DKI Jakarta putaran kedua agar berjalan jujur, adil, dan damai.

“Setelah mempertimbangkan kemungkinan timbulnya ekses negatif, kami dengan kearifan dan kesadaran penuh meniadakan program tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana telah mengimbau agar gerakan Tamasya Al-Maidah yang sempat menghebohkan media sosial, tidak dilakukan.

SIMAK JUGA: Pilkada Jakarta, Banyak TPS Bermasalah

“Pada putaran pertama hal serupa itu ada, agar masyarakat datang ke TPS. Kalau wisata Al-Maidah itu tujuan sama, sebagian masyarakat diminta mengamankan TPS dan lain-lain. Polisi sampaikan tidak perlu itu, semua TPS sudah dijaga petugas polisi,” kata Suntana.

Suntana menegaskan TPS akan dijaga polisi untuk mencegah kecurangan serta menjaga keamanan di TPS. “Sehingga kami imbau tidak perlu kegiatan itu. Pengamanan TPS akan dilakukan polisi dan instansi terkait,” ucapnya.
(as/KP)

Beri Komentar