Home Peristiwa Sejarah Bekasi jadi Kota Patriot

Sejarah Bekasi jadi Kota Patriot

SHARE
Kota Patriot
Jembatan di Summarecon ini dinamai Jembatan KH Noor Alie, sebagai sebuah penghargaan atas jasa pahlawan nasional KH Noor Alie

Kotapatriot.com – Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, Belanda kembali ingin berkuasa. Mereka menggelar agresi militer tahun 1947 dan 1948. Sejumlah daerah milik Republik pun kembali dikuasai Belanda.

Kota Bekasi lebih dikenal sebagai Kota Patriot. Apalagi, lambang Pemerintah Kota Bekasi menampilan tulisan Kota Patriot, dan bukan Kota Bekasi.

Kenapa Bekasi disebut sebagai Kota Patriot?

Sebelum tahun 1950, Bekasi, Cakung, dan Tambun merupakan bagian dari Jakarta (Batavia) dengan kabupatennya Jatinegara. Namun pada tahun 1950, rakyat Bekasi menuntut untuk keluar dari distrik Jakarta dan menolak masuk ke Negara Pasundan yang merupakan boneka Belanda. Rakyat Bekasi menginginkan masuk ke Republik Indonesia Serikat.

Kota Patriot

“Makanya hari jadi Bekasi tanggal 15 Agustus 1950,” ujar Sejarawan, Ali Anwar.

Untuk merebut seluruh wilayah Indonesia, maka sekutu harus melakukan perebutan kekuasaan dan berhadapan dengan tentara republik. Tentara Republik tersebut berada di front terdepan, tepatnya di Kali Cakung.

Front terdepan ini merupakan tempat para pejuang Republik Indonesia untuk mempertahankan wilayahnya. Selain itu, para pejuang tidak hanya berisi tentara dari Bekasi saja, melainkan juga tentara dari daerah lain.

“Ada juga kiriman-kiriman dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Garut mereka bergantian menjaga pertahanan. Jika Bekasi bobol, maka Republik Indonesia bobol. Logikanya seperti itu” tandasnya. Sejarah Bekasi jadi Kota Patriot.

Para tentara yang berada di Kali Cakung merupakan garda terdepan dalam pertempuran. Sementara Karawang merupakan garda belakang dalam menjaga kokohnya lini pertahanan.

“Itu sebabnya Bekasi disebut sebagai kota patriot. Patriot pertempuran terdepan,” ujar Ali.

Sejarawan alumni Universitas Indonesia ini menjelaskan, jika pada tahun 1963-1964 Karawang berencana menjadikan kotanya sebagai kota patriot. Tapi kemudian hal tersebut diprotes oleh Bekasi.

“Nggak bisa karena patriot itu ada di Bekasi karena pertempuran di sini,” akunya.

Hal tersebut justru memicu pertemuan para tokoh masyarakat, para pejuang Bekasi di Gedung Bioskop Parahiyangan. Tokoh yang hadir di antaranya adalah mantan ketua Persatuan Pelajar Islam (PII) Kabupaten Bekasi tahun 1964-1965, Marzuki Hidayat, Aburrahim, M Husein Kamaliy, dan lain-lain.

Sejarah Bekasi jadi Kota Patriot. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan jika Kabupaten Bekasi adalah Kota Patriot. Namun seiring perkembangan waktu hal itu terlupakan. Pada tahun 1997, diselenggarakan sayembara lambang kota Bekasi pada masa Wali Kota, Kailani AR. Berbagai usulan muncul, mulai dari kota iman, kota ihsan, kota perjuangan, hingga kota patriot. Setelah melalui perdebatan yang tidak berjalan alot, akhirnya disepakati Kota Patriot.

Akhirnya, lambang Kota Bekasi dengan sesanti Kota Patriot tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi nomor 01 tahun 1998 pada masa Wali Kota Bekasi, Nonon Sonthanie.

Kota Patriot
Lambang Kota Patriot Bekasi

Arti Lambang Kota Patriot
1. Lambang Daerah berbentuk perisai dengan warna dasar hijau muda dan biru langit yang berarti harapan masa depan dan keluasan wawasan serta kejernihan pikiran.
2. Sesanti “KOTA PATRIOT” artinya adalah semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa. Didalam Lambang Daerah tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur- unsur sebagai berikut :

  • Bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dengan kokoh mempunyai 2 (dua) makna yaitu:
  • Melambangkan hubungan vertikal Makhluk dengan khaliknya (Manusia dan Tuhannya) yang mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius.
  • Melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negara yang tidak mengenal menyerah sehingga Bekasi menyandang predikat sebagai Kota Patriot.
  • Perisai persegi lima melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Kota Bekasi dalam menghadapi segala macam ancaman, gangguan, halangan dan tantangan yang datang darimanapun juga terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  • Segi Empat melambangkan Prasasti Perjuangan Karawang Bekasi.
  • Pilar Batas Wilayah.
  • Padi dan Buah-buahan melambangkan jumlah Kecamatan dan Kelurahan/Desa pada saat membentuk Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi.
  • Buah-buahan berjumlah 7 (tujuh) besar dan 1 (satu) kecil yang melambangkan 7 kecamatan dan 1 kecamatan pembantu.
  • Padi berjumlah 50 (lima puluh) butir melambangkan 50 Kelurahan/Desa.
  • Tali simpul berjumlah 10 (sepuluh) yang mengikat ujung tangkai padi dan buah-buahan melambangkan tanggal Hari Jadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi, 3 (tiga) buah anak tangga menyangga bambu runcing melambangkan Bulan Hari Jadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi.
  • Dua baris gelombang laut atau riak air melambangkan dinamika mayarakat dan pemerintah daerah yang tidak akan pernah berhenti membangun daerah dan bangsanya.

(KP)

Beri Komentar