Home Fasum Ini Alasan Pepen Rombak Pejabat Pemkot

Ini Alasan Pepen Rombak Pejabat Pemkot

SHARE
Rahmat Effendi (Pepen)

Kotapatriot.com| Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) merotasi dan memutasi 206 pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota Bekasi. Acara yang diselenggarakan di halaman RSUD Kota Bekasi ini, mengacu pada Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.

“Ada 33 pejabat eselon II dan 173 pejabat eselon III yang resmi dilantik,” kata Pepen, hari ini (11/1/2017).

Rahmat mengatakan, pegawai yang terpilih untuk menduduki kursi jabatan telah melalui proses pemikiran dan pertimbangan yang sesuai dengan aturan. Selain itu, penunjukan mereka juga telah melalui mekanisme pengangkatan jabatan struktural dan memperhatikan norma evaluasi kinerja struktural selama ini.

Dalam kesempatan itu, Rahmat melontarkan sebuah kalimat frasa menggunakan Bahasa Inggris yang berbunyi ‘No leader can be too far a head of his followers’. Apabila diubah menjadi Bahasa Indonesia akan berbunyi, ‘Tidak ada pemimpin yang bisa terlalu jauh berada di depan para pengikutnya”.

Maksud kalimat tersebut, kata Rahmat, tidak akan berarti sebuah kepemimpinan tanpa adanya kerjasama, kerja keras dan kontribusi dari bawahan. Untuk itu, jangan abaikan bawahan tetapi rangkul dan kembangkan kemampuannya dan perhatikan kesejahteraannya.

“Jadikan bawahan menjadi bagian dari diri kita untuk membangun Kota Bekasi agar terciptanya Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan,” kata Pepen.

Pelantikan pejabat eselon II dan III itu sekaligus pengambilan sumpah jabatan kepada aparatur yang ditempatkan di Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) atau kelembagaan baru. Sementara pejabat eselon IV baru akan dievaluasi beberapa hari mendatang.

Misalnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Bekasi diisi Encu Hermana, yang sebelumnya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan diisi oleh Momon Sulaeman, yang sebelumnya Staf Ahli Wali Kota Bekasi bidang Kemasyarakatan.

Aceng Solahudin yang sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dilantik sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. Lalu Tri Adhianto Tj dari Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Ketua Komisi I bidang Pemerintahan DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata mengatakan, rotasi dan mutasi pegawai memang harus dilaksanakan karena mengacu pada peraturan dari pemerintah pusat. Meski begitu, Ariyanto belum bisa menilai kompetensi pegawai yang menduduki kursi jabatan.

Ariyanto menyatakan, legislatif sedang mempelajari dokumen para pegawai yang dirotasi dan dimutasi oleh pihak eksekutif. Pihaknya tidak bisa mengintervensi keputusan eksekutif karena pemilihan pegawai eselon II hingga IV merupakan hak prerogratif (hak istimewa) kepala daerah.

Walau demikian, Ariyanto akan terus mengawal dan mengawasi para pejabat yang baru dilantik. Apabila ke depan tidak ada kecakapan atau kesalahan dalam bekerja, lembaganya meminta kepada eksekutif untuk mengevaluasinya.

“Kita berharap agar eksekutif segera melantik seluruh pegawai yang dirotasi dan dimutasi. Sebab masih ada pegawai eselon IV yang belum dilantik,” kata Ariyanto.

Menurutnya, percepatan pelantikan kepada seluruh pegawai demi kepentingan penyerapan anggaran. Sebab bila mereka segera dilantik, para pejabat akan mengadakan rapat bersama dengan anggota legislatif di bidangnya masing-masing. “Saya berharap akhir Januari ini seluruh dinas sudah menggelar rapat dengan legislatif di bidangnya masing-masing karena untuk percepatan penyerapan anggaran,” ujar Ariyanto. (KP)

Beri Komentar