Home Fasum Inilah 11 Titik Macet Terparah di Kota Bogor

Inilah 11 Titik Macet Terparah di Kota Bogor

SHARE
Salah satu lokasi kemacetan di kota Bogor

Kotapatriot.com – Aplikasi peta penunjuk jalan asal Jepang, Waze, belum lama ini mengumumkan indeks kepuasan berkendara hasil survei seluruh pengguna aktifnya untuk menentukan kota terburuk dan terbaik untuk berkendara. Hasil survei menunjukkan data mengejutkan, Kota Bogor Jabar menempati urutan kedua sebagai kota dengan tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia.

Sebenarnya warga sudah lama merasa kurang nyaman berkendara di jalan-jalan sepanjang dirasakan oleh para penghuni Kota Hujan ini. Hampir tidak ada jalan yang tidak dipadati kendaraan. Dalam situasi dan waktu tertentu, justru bahkan hampir tidak ada bagian jalan yang tidak tertutup oleh antrian panjang kendaraan.

Tapi, tidak berarti semua ruas jalan di Kota Bogor selalu selalu dalam kondisi padat merayap. Dalam jam-jam tertentu, jalan-jalan di Bogor kadang terkesan lengang, akibat warganya sedang mencari nafkah di Jakarta atau saat anak-anak ada di sekolah. Pada jam-jam seperti ini biasanya antrian dan kemacetan berada pada titik terendah.

BACA: Bogor raih predikat kota termacet kedua di dunia 

Tapi anehnya, ternyata ada cukup banyak tempat di kota Bogor, yang bahkan pada jam-jam tak sibuk, justru tetap menjadi langganan kemacetan. Bahkan, yang namanya macet di titik-titik macet ini, tidak mengenal waktu sepanjang hari. Biasanya, lokasi-lokasi macet ini akan mencapai puncaknya di akhir pekan.

Nah, di mana saja tempat-tempat yang rutin menjadi titik macet di kota Bogor? Inilah rangkuman Anton Ardiyanto dari Lovely Bogor:

1. Perlintasan Kereta RE Martadinata

Tingginya frekuensi KRL atau Commuter Line ditambah dengan ketidakdisiplinan pengendara membuat tempat ini menduduki peringkat pertama dalam daftar titik macet di kota Bogor versi Lovely Bogor. Seberapa parah? Parah sekali. Jarak yang hanya sekitar 150-200 Meter dari Taman Air Mancur ke pintu perlintasan sering harus ditempuh dalam waktu 45 menit hingga satu jam. Kemacetan panjang, terutama di hari Sabtu akan memenuhi hampir seluruh ruas Jalan RE Martadinata yang hanya mencapai satu kilometer.

2. Jalan Soleh Iskandar

Perkembangan jalan di sebelah utara kota Bogor ini menjadi sebuah pusat pertokoan dan bisnis memberi dampak negatif terhadap arus lalu lintas. Banyaknya kendaraan yang keluar masuk pusat perbelanjaan, ditambah dengan banyaknya putaran membuat arus kendaraan sering terhambat. Apalagi sejak dibukanya ramp/pintu masuk dan keluar Lingkar Luar Bogor, kemacetan menjadi rutinitas tak terhindarkan akibat tambahan arus kendaraan dari arah Tol Jagorawi.

Sebenarnya tidak tepat disebut titik macet di kota Bogor, karena kemacetan bukan berupa titik melainkan hampir 1/2 jalan sepanjang kurang lebih enam kilometer ini. Kemacetan parah sering terjadi sejak Underpass dan Pintu Keluar Lingar Luar Bogor, hingga persimpangan Yasmin sepanjang 2 Kilometer. Jarak tersebut seringkali harus ditempuh dalam waktu satu hingga satu setengah jam terutama di hari Sabtu atau Minggu.

3. Jalan Kapten Muslihat

Stasiun Bogor, Pusat Perbelanjaan, Angkot memberikan kontribusi terhadap kemacetan di area di jalan ini. Terutama di saat berangkat atau pulang kerja, area di depan Stasiun Bogor. Masih cukup beruntung setelah difungsikannya Jembatan Penyeberangan Orang, situasinya sedikit lebih baik karena penyeberang jalan dipaksa untuk menggunakannya. Bila tidak, kondisi titik macet di kota Bogor ini bisa menjadi lebih parah. Pada akhir pekan, arus kendaraan dari luar kota yang menuju ke arah Gunung Batu dan Sindang Barang, menambah ramai dan macetnya jalan ini. Jarak yang hanya 1 kilometer, kadang harus ditempuh dalam waktu 30-45 menit (saja).

4. Jalan Dewi Sartika + Sawojajar

Keduanya digabungkan menjadi satu karena memang saling sambung menyambung. Begitu pula kemacetan yang acap kali terjadi di kedua jalan ini seperti tidak putus. Titik macet di kota Bogor yang satu ini dimulai dari pertigaan Sawojajar. Berbagai kegiatan kuliner disana menyebabkan banyak sekali parkir liar di sekitar perempatan. Belum lagi keberadaan pusat perbelanjaan Bogor Junction menyebabkan angkot sering berhenti untuk menaik-turunkan penumpang. Kemacetan berlanjut ke arah Pasar Anyar. Kacau balaunya tempat tersebut bisa dilihat di salah satu foto yang terpajang di tulisan ini.

Pedagang kaki lima menghabiskan 1.2 badan jalan. Terminal bayangan memakan 1/3 badan lainnya. Parkir motor memakan lagi sisanya dan hanya menyisakan sedikit untuk orang berjalan. Kondisi tersebut terus berlanjut ke arah Jalan Dewi Sartika hingga pertemuannya dengan Jalan Kapten Muslihat. Situasi dan pemandangan yang sama juga terlihat di jalan ini, sama dengan yang terjadi di jalan Sawojajar.

5. Jalan Raya Dramaga

Titik Macet di Kota Bogor berikutnya berada di sebelah Barat. Tempatnya berada di perbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor, yaitu Jalan Raya Dramaga. Jalan ini merupakan akses utama menuju ke arah Leuwiliang dan Jasinga. Juga bisa dimanfaatkan untuk menuju ke arah Gunung Batu. Seberapa parah kemacetan di jalan ini bisa anda bayangkan sendiri. Jarak dari Terminal Bubulak hingga Kampus IPB yang sekitar 3-4 kilometer seringkali harus ditempuh dalam waktu (kurang dari) 2 jam saja.

Masalahnya klasik. Jalan tidak seberapa luas, angkot, pabrik, dan tentu saja ketidakdisiplinan pengendara adalah alasan jalan ini masuk dalam daftar titik macet di Kota Bogor dengan status ‘terparah’. Anda perlu kesabaran ekstra untuk melintasi jalan ini.

6. Jalan Pajajaran

Di jalan ini, titik macetnya berada di kisaran antara Botani Square hingga ke arah Tajur. Aktifitas wisata merupakan alasan utama tempat ini menjadi salah stu titik macet di kota Bogor. Minimnya sarana parkir menyebabkan banyaknya kendaraan pengunjung yang harus parkir di badan jalan. Hasilnya arus kendaraan sering tersendat di kawasan ini.

Tentu saja ada lagi penyebabnya. Bisnis pariwisata bukan hanya satu-satunya. Hanya karena sudah terlalu biasa, maka tidak akan menyebabkan Anda heran. Penyebab lainnya adalah si raja jalanan angkot yang memang hobi ngetem sembarangan.

7. Jalan Lawang Gintung

Bagian khusus di jalan ini yang menjadikannya masuk ke dalam daftar titik macet di kota Bogor yang “paling” parah adalah di pertemuannya dengan Jalan Batu Tulis di dekat Istana Batu Tulis Bogor. Hal tersebut terutama terjadi setiap hari Sabtu atau Libur dan disebabkan oleh kendaraan dari luar kota yang menuju ke arah Cipaku dan Gunung Gadung. Antrian panjang kendaraan bisa mencapai 2 kilometer karena arusnya tersendat di pertigaan yang mengarah ke Cipaku. Jarak sejauh 2 kilometer tersebut pada hari Sabtu kadang harus ditempuh dalam waktu 1 jam lebih.

8. Jalan Mawar + Jalan Merdeka

Titik macet di kota Bogor berikutnya adalah di depan bekas Bioskop Presiden di depan pertemuan Jalan Mawar dan Jalan Merdeka. Biasanya terjadi di pagi hari ketika pedagang kaki lima masih berjualan dengan memakai badan jalan. Antrian kendaraan di jam sibuk tersebut menjadi panjang karena penyempitan badan jalan yang termakan aktifitas perdagangan. Belum ditambah dengan banyaknya lubang terdapat di sekitar area ini.

9. Pertigaan depan Istana Bogor (Jalan Sudirman, Jalan Juanda, Jalan Jalak Harupat)

Meski tanpa adanya iring-iringan Presiden RI yang dikawal menuju Istana Bogor, pertigaan ini selalu macet terutama pada pagi hari dan pulang kantor. Kendaraan para penduduk Bogor menuju tempat kerja dan sekolah adalah alasan utamanya. Hal tersebut sering diperparah dengan kedisiplinan pengendara yang sering saling serobot hingga justru menyebabkan terhambatnya kendaraan dari arah yang berlawanan.

Di akhir pekan dan libur, limpahan kendaraan pengunjung Bogor membuat kendaraan sering tidak bisa bergerak akibat sudah terlalu rapat. Penyebab lainnya mengapa pertigaan ini menjadi salah satu titik macet di Kota Bogor, masih seperti biasa, angkot dan juga kedisiplinan pengendara.

10. Pasar Bogor (Jalan SuryaKencana, Jalan Jalak Harupat)

Namanya juga pasar. Kalau tidak dimasukan dalam daftar Titik Macet di Kota Bogor justru akan mengherankan. Alasannya sederhana dan masih sama dengan yang lainnya. Pedagang kaki lima, angkot, volume kendaraan, parkir kendaraan, wisata kuliner bisa disebutkan sebagai pemeran utama dalam penyebab kemacetan di area sekitar Pasar Bogor. Kalau di hari libur dimana kunjungan wisatawan ke Kebun Raya meningkat, situasinya bisa bertambah parah lagi karena antrian mobil para wisatawan cenderung memakan ruas jalan Juanda dan sekitarnya.

11. Kawasan Warung Jambu

Kendaraan yang keluar masuk dari Lingkar Luar Bogor, banyaknya pertokoan, angkot dan masih banyak lagi alasan membuat jalan-jalan di sekitar kawasan Warung Jambu menjadi bagian kota ini yang harus dimasukkan dalam kategori Titik Macet di Kota Bogor.

Antrian kendaraan akan terlihat sangat panjang karena seringkali terhambat oleh para sopir angkot yang menunggu penumpang di depan Plaza Jambu Dua. Belum ditambah dengan pengendara motor yang suka sekali menyerobot jalur kendaraan lain.

Itulah 11 titik macet di kota Bogor versi Lovely Bogor. Sebenarnya akan sangat mudah membuat daftar ini menjadi 15-21 nama. Sama sekali tidak sulit. Meskipun demikian membuat daftar sepanjang itu tentu akan membuat anda bosan. Macet lagi. Macet lagi. Jadi saya sudahi daftar 11 titik macet di kota Bogor disini. (Anton Ardyanto/LovelyBogor)

 

Beri Komentar